Hendriyono120887’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

KOMPETENSI April 25, 2008

Filed under: Organisasi — hendriyono120887 @ 2:39 pm
KOMPETENSI: JIKA ANDA MEMBANGUNNYA, MEREKA AKAN DATANG

Benjamin Franklin selalu menganggap dirinya warga biasa. Sebagai salah seorang dari tujuh belas
saudara, Franklin adalah putra seorang pedagang dan pembuat lilin yang jauh dari kaya. Masa kecilnya
seperti kebanyakan anak-anak. Ia bersekolah hanya selama dua tahun. Pada usia dua belas tahun, ia
sudah dilatih kakaknya dalam bidang percetakan.
Franklin bekerja keras dan hidup sederhana, mengendalikan perbuatan-perbuatannya menurut tiga belas
kebajikan yang dievaluasinya setiap tahun. Di usia dua puluh tahuun, ia memulai usaha percetakannya
sendiri. Seandainya Franklin berpuas diri dengan pekerjaannya itu, namanya hanya akan menjadi catatan
kaki kecil dalam sejarah Philadelphia. Namun ia menjalani kehidupan yang luar biasa. Ia adalah salah
seoorang bapa kemerdekaan Amerika dan seorang pemimpin besar dari bangsa yang baru berdiri ini. Ia
adalah salah seorang penulis Proklamasi Kemerdekaan dan belakangan ia membantu penulisan Traktat
Paris serta Konstitusi Amerika Serikat (Dialah satu-satunya yang menandatangani ketiganya itu). Dan ia
terpilih untuk melaksanakan misi diplomatik yang sulit serta berbahaya ke Paris ketika perang untuk
mendapatkan dukungan militer serta keuangan untuk Revolusi.
Apakah yang memberikan kesempatan kepada seorang pedagang dari Utara untuk memberikan pengaruh
di antara para pemilik tanah dari Selatan yang kaya raya serta dominan, yang memimpin perang
kemerdekaan? Saya percaya itu adalah karena kompetensi Franklin yang luar biasa. Benjamin Franklin
sempurna dalam segala yang disentuhnya selama tujuh dekade. Ketika ia memulai usaha percetakannya
pada tahun 1726, orang percaya bahwa Philadelphia tak dapat mendukung perusahaan percetakan ketiga,
namun Franklin segera mendapatkan reputasi sebagai yang paling terampil serta paling giat di kota kecil
tersebut. Namun, pedagang Philadelphia ini tidak berpuas diri dengan prestasi itu saja.
Pikiran Franklin selalu ingin tahu dan ia terus mencari-cari untuk memerbaiki dirinya serta orang lain. Ia
meluaskan usahanya ke penerbitan. Salah satu hasil kerja kerasnya adalah “Poor Richard`s Almanack”
yang terkenal itu. Ia mengadakan banyak eksperimen dengan kelistrikan dan menemukan banyak istilah
yang masih digunakan. Ia menemukan berbagai barang, seperti tungku masak, kateter, serta lensa bifocal.
Dan ketika ia sering melintasi Samudera Atlantik, ia sempat melintasi Sungai Teluk. Sikapnya terhadap
kehidupan dapat dilihat dalam sebuah prinsip yang ditulisnya untuk almanaknya: “Jangan sembunyikan
talenta-talentamu, karena semua talentamu itu diciptakan untuk digunakan. Apa gunanya sundial
(penentu waktu menurut bayangan tongkat berdiri yang tertimpa sinar matahari) di tempat teduh?”
Banyak bukti dari talenta Franklin. Ia membantu mendirikan perpustakaan Philadelphia yang pertama. Ia
memulai pemadam kebakaran yang pertama di Amerika. Dan ia memegang banyak posisi pemerintahan.
Yang terutama, Franklin dikenal karena kemampuannya. Namun, terkadang ia harus membiarkan
kompetensinya berbicara sendiri. Ketika ia sedang berupaya mengadakan perbaikan-perbaikan dalam
agrikultur, ia temukan bahwa plester acian malah membuat gandum serta rerumputan tumbuh lebih baik,
namun ia sulit meyakinkan para tetangganya tentang temuannya itu. Solusinya? Ketika musim semi tiba,
ia pergi ke sawah yang dekat dengan sebuah jalan kecil, menulis di atas tanah dengan jarinya,
memplesternya dengan acian, lalu menaburkan benih di atasnya. Ketika orang lewat sana beberapa
minggu kemudian, mereka dapat melihat huruf-huruf hijau yang tumbuh lebih baik ketimbang yang lainnya.

Huruf-huruf tersebut berbunyi, “Ini telah diplester dengan acian”. Orangpun jadi mengerti.

MENGUNGKAPKANNYA
Kita semua mengagumi orang yang memerlihatkan kompetensi yang besar, entah mereka adalah tukang
yang terampil, atlet kelas dunia, ataupun pemimpin bisnis yang sukses. Namun sesungguhnya, Anda
tidak perlu menjadi Faberge, Michael Jordan, atau Bill Gates untuk mencapai kesempurnaan dalam
bidang kompetensi. Jika Anda ingin mengembangkan kualitas ini, inilah yang perlu Anda lakukan.
Muncullah setiap hari.
Ada pepatah, “Segalanya datang kepada dia yang menunggu.” Sayangnya, terkadang tinggal
sisa-sisa dari orang yang sampai duluan. Orang yang bertanggung jawab muncul seperti yang
diharapkan. Namun, orang yang berkompetensi tinggi melangkah lebih jauh lagi. Mereka tidak
hanya muncul secara jasmani. Mereka datang dalam keadaan siap tanding setiap harinya —
bagaimanapun perasaan mereka, keadaan apa pun yang mereka hadapi, atau seberapa sulitpun
mereka perkirakan pertandingannya nanti.
1. Teruslah memerbaiki diri.
Seperti Benjamin Franklin, semua orang yang berkompetensi tinggi terus mencari cara-cara untuk
terus belajar, bertumbuh, serta memerbaiki diri. Mereka melakukannya dengan menanyakan
mengapa. Toh, orang yang mengetahui bagaimana caranya akan selalu mendapatkan pekerjaan,
namun orang yang mengetahui mengapa yang akan selalu menjadi bos.
2. Tindak lanjutilah dengan sempurna.
Saya belum pernah berjumpa dengan seseorang yang saya anggap kompeten yang tidak
menindaklanjuti. Saya berani bertaruh bahwa Anda pun demikian. Willa A. Foster berkomentar,
“Kualitas tidaklah pernah merupakan suatu kebetulan; kualitas selalu merupakan hasil dari tekad
yang bulat, upaya yang tulus, arahan yang intelijen, serta pelaksanaan yang penuh keterampilan;
kualitas mencerminkan pilihan bijaksana dari berbagai alternatif.”
Berprestasi sempurna selalu merupakan suatu pilihan, suatu kehendak. Sebagai pemimpin, kita
berharap orang-orang kita akan menindaklanjutinya jika kita melempar bolanya. Mereka pun
berharap demikian serta lebih banyak lagi dari kita sebagai pemimpin mereka.
3. Capailah lebih dari yang diharapkan.
Orang yang berkompetensi tinggi selalu menempuh jarak ekstra. Bagi mereka, cukup itu tidak
pernah cukup. Dalam buku “Men in Mid-Life Crisis,” Jim Conway menulis bahwa ada orang yang
merasakan “semakin lemahnya kebutuhan untuk menjadi orang besar, dan semakin kuatnya
perasaan `ya kita jalani saja deh sebisa kita`. Tidak usah pusing kalau tidak mencetak gol.
Pokoknya jalani saja pertandingannya dan jangan sampai dipersalahkan.” Seorang pemimpin tidak
mungkin dapat memertanggungjawabkan sikap seperti itu. Mereka perlu melaksanakan tugasnya
serta lebih banyak lagi, hari demi hari.
4. Inspirasikanlah orang lain.
Para pemimpin berkompetensi tinggi melakukan lebih dari sekadar berprestasi tinggi. Mereka

menginspirasikan serta memotivasi orang mereka untuk juga melakukan hal yang sama. Sementara
ada orang yang mengandalkan hanya keterampilannya untuk membina hubungan dengan sesama
untuk bertahan. Pemimpin yang efektif memadukan keterampilan itu dengan kompetensi yang
tinggi untuk membawa organisasinya ke tingkat kesempurnaan serta pengaruh yang baru.

MERENUNGKANNYA
Bagaimanakah sikap Anda dalam melaksanakan tugas? Apakah Anda mengerahkan seluruh kemampuan
Anda untuk meraih prestasi setinggi mungkin? Atau apakah cukupan saja?
Jika Anda renungkan orang-orang yang kompeten, sesungguhnya hanya ada tiga jenis orang:
1. Mereka yang dapat melihat apa yang harus terjadi,
2. Mereka yang dapat membuatnya terjadi, dan
3. Mereka yang dapat membuat segalanya terjadi secara maksimal.
Dalam profesi Anda, sikap manakah yang Anda perlihatkan secara konsisten? Apakah Anda seorang
pemikir, pelaku, atau pemain yang mati-matian? Semakin baik Anda, semakin besar potensi pengaruh
Anda terhadap orang-orang Anda.
MENERAPKANNYA
Untuk meningkatkan kompetensi Anda, lakukanlah yang berikut.
Fokuskan perhatian Anda. Jika selama ini Anda tidak terfokus kepada pekerjaan Anda secara
mental atau emosional, perbaikilah. Pertama, dedikasikanlah diri kembali kepada pekerjaan Anda.
Bertekadlah untuk memberikan perhatian penuh. Kedua, cari tahulah mengapa Anda tidak fokus.
Apakah Anda membutuhkan tantangan-tantangan baru? Apakah Anda berkonflik dengan bos atau
rekan Anda? Apakah pekerjaan Anda tidak memunyai masa depan? Identifikasikanlah sumber
masalahnya dan buatlah rencana untuk menyelesaikannya.
1. Definisikan ulang standarnya. Jika prestasi Anda tidak konsisten, periksalah kembali standar
Anda. Apakah sasaran Anda terlalu rendah? Apakah Anda suka mengambil jalan pintas? Jika ya,
tentukanlah ekspektasi yang lebih menuntut terhadap diri sendiri.
2. Carilah tiga cara untuk memerbaiki diri. Tak seorang pun dapat terus memerbaiki dirinya tanpa
tekad yang kuat. Lakukanlah riset kecil untuk menemukan tiga hal yang dapat Anda lakukan untuk
memerbaiki keterampilan profesional Anda. Lalu dedikasikanlah waktu serta uang Anda untuk
menindaklanjutinya.
3. Melatih setiap harinya
Saya pernah membaca editorial di majalah Texas Business yang bunyinya, “Kita benar-benar generasi
yang sesat, yang berpacu di jalur cepat entah ke mana, selalu mencari lambang dolar sebagai
petunjuknya. Itulah satu-satunya standar yang kita kenal. Kita tidak punya keyakinan, tidak punya
batasan etika.”
Anda hanya akan menjadi sebaik standar pribadi Anda sendiri. Kapankah terakhir kalinya Anda kerahkan
seluruh kemampuan Anda dalam pekerjaan Anda, walaupun tak seorang pun akan mengetahuinya?

Judul buku : 21 Kualitas Kepemimpinan Sejati
Judul bab : Kompetensi: Jika Anda Membangunnya, Mereka Akan Datang
Penulis : John C. Maxwell

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s